Manuel Pellegrini Yang Mengkoreksi Kesalahan Saat Melawan Chelsea

Category: Berita BolaBerita Sepak Bola

Manuel Pellegrini Yang Mengkoreksi Kesalahan Saat Melawan Chelsea – Pertemuan terakhir dari kedua tim, tak lebih dari dua pekan yang lalu, adalah pertunjukan taktik yang berkelas dari Jose Mourinho.

Rancangan taktiknya di lini tengah tak hanya menekan garis pertahanan Manchester City tapi juga mencegah the citizens tak bisa menyerang dengan baik, rancangan taktiknya bisa membungkan Manchester City untuk pertama kalinya dalam 102 pertandingan kandang dan mengambil paksa tiga poin yang tersedia sebagai hasil akhirnya.

City melakukan pembalasan dendam dengan sempurna tadi malam, performa mereka dengan intensitas tinggi membuat Chelsea tak bisa menerapkan gaya bermain mereka sendiri. Manuel Pellegrini telah membuang saran untuk melakukan perubahan di starting line up, dia juga mengganggap bahwa timnya tak mengalami kegagalan taktis saat melawan Chelsea di liga. Untuk memegang ucapannya, Pellegrini masih mempercayakan lini depan pada Edin Dzeko dan Stevan Jovetic yang didukung oleh para pemain sayap.

Dengan Yaya Toure yang juga bermain lebih bersemangat dan berhasil mengganggu lini belakang Chelsea, mereka juga gagal menahan laju lini tengah City, perbandinga kontras bila melihat pertemuan terakhir kedua tim di Premier League saat kedua penyerang City di lini depan terlihat terisolasi oleh bek Chelsea karena ancaman dari David Silva bisa dinetralisir.

Serangan Chelsea yang sangat bergantung pada Eden Hazard dan Willian juga tak bisa efektif mengganggu lini belakan City, dan dalam banyak momen keduanya malah seperti tak tampil di lapangan karena lini tengah Chelsea bisa ditekan oleh timm tuan rumah, Chelsea juga tak memiliki striker tajam. City yang cepat saat menguasai bola dan cepat melakukan tekel juga tak membuat para penyerang Chelsea mendapatkan cukup waktu untuk melakukan ancaman, penampilan tersebut hampir sama seperti saat Chelsea mematikan lini depan City.

Dengan Javi Garcia dimasukkan dalam starting line up menggantikan Martin Demichelis, ini membuat Yaya Toure lebih menggila, Toure yang sangat kebingungan di pertemuan awal Februari dengan Chelsea karena harus membagi konsentrasi antara bertahan dan menyerang sekarang bisa tampil lebih bebas dengan adanya Javi Garcia.

Kegagahan lini tengah City juga semakin terlihat saat Vincent Kompany tampil lebih agresif, kapten City didukung oleh Joleon Lescott yang lebih kedalam, yang membuatnya bisa melakukan perjudian dengan turut menyerang.

Jauh dari kata bertahan dan tampil hati-hati saat menghadapi pertandingan ini, pendekatan Pellegrini adalah melanjutkan tekanan konstan ke lawan. Kemenangan ini juga menjadi pembukti bahwa kelelahan bisa membuat penampilan tim sebagus apapun menurun dan ditambah dengan cedera akan menjadikan penampilan tim lebih menurun. Penting bagi seorang manajer untuk menjaga kebugaran para pemain kunci dan menentukan waktu yang tepat bagi mereka untuk tampil.