Taktik Gila Bruce Saat Lawan Brighton

Category: Berita BolaBerita Sepak Bola

Taktik Gila Bruce Saat Lawan BrightonTaktik Gila Bruce Saat Lawan Brighton – Tim Hull City yang menyelesaikan pertandingan melawan Brighton adalah salah satu hal tergila yang pernah saya lihat selama menonton sepakbola. Manajer Steve Bruce berada dalam sebuah titik antara gila atau berani.

Mungkin tim pada pertandingan itu menunjukkan rasa frustasi manajer saat melihat 11 pemain yang dia percaya melawan Brighton sangat kesulitan. Tim dipertandingan tersebut jauh dari kesan sebuah tim yang merepotkan klub-klub premier league selama dua musim beruntun.

Setelah melihat peluangnya hanya membentur tiang gawang di babak kedua, mereka harus melihat penyelesaian akhir yang bagus dari Leonardo Ullua untuk tuan rumah. The tigers sangat kesulitan dibabak kedua karena performa empat gelandangnya sangat buruk, dua striker di lini depan juga tak memberikan dampak apapun terhadap pertahanan lawan.

Bruce merespon hal tersebut dengan memasukkan winger George Boyd dan striker Matt Fryatt untuk mengganti seorang defender dan gelandang, dia hanya memasang dua pemain bertahan di lapangan bersama dengan tiga gelandang tengah, dua winger dan tiga striker di lini depan.

Tentu saja formasi tersebut dapat dikatakan gila disepakbola modern. Mungkin beberapa pelatih akan merespon situasi tersebut dengan memasukkan seorang pemain bertahan lagi untuk memberikan Tom Huddlestone dan Ahmen Elmohammady keleluasaan lebih untuk menyerang, tapi Bruce tak berpikir demikian. Dia ternyata memasang formasi dan taktik yang selama ini tak terpikirkan, dia percaya pada bakat para pemain yang ada dilapangan dengan keyakinan bahwa para pemain tersebut dapat tampil dengan performa maksimal.

Mungkin ada gol lagi yang akan hadir di pertandingan tersebut, tapi gol yang akan terjadi kebanyakan diprediksi bagi Brighton karena perubahan taktiknya membuat Hull City terbuka lebar. Namun Bruce yang keras kepala membuktikan bahwa the tigers akhirnya menemukan gol penyama kedudukan dan dia juga membawa klubnya hampir memenangkan pertandingan.

Perubahan taktik tersebut memang gila dan tak mungkin bekerja dengan baik di pertandingan lain. Tapi Bruce mungkin layak mendapatkan kredit karena dia pasti menyadari hal tersebut. Mungkin dari satu sisi perubahan taktik tersebut terasa seperti bunuh diri, tapi disisi lain perubahan tersebut adalah kalkulasi beresiko dari manajer yang merasa sudah tak mempunyai pilihan lagi.

Apakah taktik tersebut bodoh? Tentu saja. Apakah taktik tersebut berani? Tentu saja. Membutuhkan keberanian untuk mengikuti insting anda dalam pertandingan, yang bila anda salah dalam melakukan kalkulasi, pasti akan dikritik dikemudian hari.

Jadi sementara saya menemukan diri garu-garuk kepala dan menebak apa yang ada dipikiran Steve Bruce – saya juga menerima alasan bahwa dia sejauh ini sudah sukses bersama Hull City, posisi yang memungkinkannya mengikuti insting untuk menyelamatkan klub. Dia melakukan tindakan yang benar dengan cara yang gila.